Detail Cantuman Kembali
UJI LAJU DISOLUSI KOKRISTAL MELOXICAM-ASAM MALONAT DIBUAT DENGAN METODE SOLVENT DROP GRINDING
Aisyah Assafira Nabila
Masalah utama dalam bidang biofarmasetika adalah kelarutan. Terbatasnya kelarutan obat menimbulkan kendala dalam pengembangan bentuk sediaan farmasi. Salah satu obat yang memiliki kelarutan rendah adalah meloxicam. Meloxicam merupakan obat Non Steroid Anti Infamation Drug (NSAID) yang digunakan mengobati osteoartitis dan rheumatoid arthritis. Meloxicam dikategorikan dalam BCS Class II karena memiliki sifat kelarutan rendah dengan permeabilitas tinggi. Kokristalisasi merupakan metode yang dikembangkan sebagai upaya memperbaiki kelarutan dan meningkatkan laju disolusi bahan obat sukar larut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembentukan kokristal meloxicam-asam malonat menggunakan metode solvent drop grinding (SDG) terhadap laju disolusi meloxicam. Pembentukan kokristal meloxicam-asam malonat dibuat dengan perbandingan mol (1:1). Metode SDG merupakan pengembangan metode penggilingan yang dilakukan dengan cara meneteskan sedikit pelarut dalam proses guna meningkatkan reaksi bahan aktif dengan koformer.
Hasil uji disolusi menunjukkan kokristal meloxicam-asam malonat (1:1) dengan metode SDG menunjukkan kenaikkan yang signifikan sebesar 75,176% dibandingkan dengan meloxicam 4,197% dan campuran fisik 7,713%. Hasil uji statistika dengan metode one way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD pada ED30 dan slope menunjukkan berbeda bermakna pada nilai α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembentukan kokristal meloxicam-asam malonat dapat mempengaruhi kelarutan dan laju disolusi meloxicam.
Kata kunci : Meloxicam, Asam malonat, Kokristal, Solvent Drop Grinding, Disolusi.
Aisyah Assafira Nabila - Personal Name
6B.S-Far u 01-19
6B.S-Far u 01-19
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2019
Surabaya
xiii, 47p.; ill.; tab.; 36cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







